Pages

Showing posts with label foods_drinks. Show all posts
Showing posts with label foods_drinks. Show all posts

Friday, January 25, 2013

Fave Hotel - MEX Surabaya

Beberapa waktu yang lalu, I had a chance to go to Surabaya for couple days. Short quality time. Perjalanan yang mendadak sih, but thankfully I still managed to get a room available in Fave Hotel. Fave Hotels by ASTON in my mind sudah seperti McDonalds, good value in affordable prices. :D No offense, I actually love McDonalds. 
This one in Surabaya is the third Fave I've been in. Sebelumnya sudah pernah mencoba Fave Hotel di Solo yang ada di Jln. Adi Sucipto, dan juga Fave Hotel Kusumanegara, Jogja. Classic problem yang biasanya aku temui ketika menginap di Fave Hotel adalah, kecil dan kurangnya lahan parkir. Apalagi di favehotel Adi Sucipto, Solo. Meskipun gedungnya termasuk tinggi dengan adanya banyak lantai, kamar-kamarnya terbilang cukup kecil sehingga untuk 2 orang berjalan secara leluasa pun agak sulit. Dan lahan parkir yang ada di basement, if you happen to bring your own car, it may feel like you're going through a driving license test. Karena space yang tersedia tidaklah terlalu besar, jadi skill mengemudi yang handal jadi peran penting jika mau parkir di dalam basement. Atau kalau tidak mau repot, mendingan parkir di luar, di pinggir jalan.

Hal yang sama juga aku hadapi ketika ada di favehotel Kusumanegara, Jogja. Meskipun secara lahan, lebih luas daripada yang ada di Solo, tetapi lahan parkir yang tersedia di muka hotel (tidak ada parkir basement) tidak terlalu banyak. 2x saya bolak-balik, tidak dapat spot parkir di area hotelnya. Jadi mobil harus diparkirkan di lahan kosong dekat situ, jalan kaki sebentar, yang tentunya harus membayar parkir, yang sepertinya dikelola oleh orang luar, bukan pihak hotel. 

Meskipun demikian, service dari favehotels terbilang cukup lumayan. Meskipun kamarnya berkonsep minimalis, tidak terlalu besar tapi cukup bersih dan lumayan enak ranjangnya, harganya juga wajar. Rata-rata I spend around 300k-400k for a night in a standard room. Not bad, if you're not looking for anything glamorous and needing a comfy place to stay. I only need a hotel room to wash up and sleep in anyway, because most of the times I probably spend my time with culinary experience. :D

Fave Hotels - MEX Surabaya, lebih seperti small apartments complex, tidak seperti hotel pada umumnya. Hanya ada 5 (atau 6 - I forgot) lantai di gedung itu. MEX is the name of the building. Dari luar mungkin tidak terlalu terlihat jika ada hotel disana. Lokasinya cukup menyenangkan, masih walking distance to Tunjungan Plaza, sekitar 10 menit untuk jalan kaki kesana. Dan juga di seberang jalan ada BonCafe Steak Restaurant, which I will share later (delicious!). 


Gedungnya tidak tinggi, dan ada banyak petunjuk service lainnya disitu, seperti restaurants etc. Untungnya kali ini tidak membawa kendaraan pribadi, karena sepertinya aku tidak juga menemukan are parkir yang besar di sekitar situ. I rely on taxi, which is great karena di hotel ini ada taxi spot, sekitar 5-8 taxi selalu stand by disana. Ketika masuk ke dalam gedung, yang ditemui di lantai bawah adalah a fancy Chinese Restaurant (Fu Yuan). Jadi pertama kali masuk sempat celingukan mencari, dimana ya ini hotelnya. 
Ternyata setelah tengok kanan-kiri, ada satu papan kecil di tembok yang bertuliskan kalau lobby favehotel ada di LANTAI 3 ! Nah lho. Jadi dari pintu utama (yang biasanya tempat drop-off), begitu masuk belok kiri yah, ada 2 elevators yang membawa kita ke akses masuk favehotels. 

Di lantai 3, begitu keluar dari elevator, langsung merupakan area receptionist favehotels. Somehow,  aku merasa ini seperti kantor-kantor airlines. Jadi tidak terasa seperti mau check-in hotels, malah seperti mau check-in penerbangan hehehe. Karena suasana gedungnya lebih seperti business area. 
Anyway, setelah check-in, diberi kunci kamar, yang ternyata ada di LANTAI 2! Hooo....
Lantai 4 dan 5 untuk kamar suites, I think. Jadi di lantai 2, begitu keluar dari elevator, ada 1 pintu kaca, which is electrically secure-locked, yang bisa dibuka dengan kunci kamar. Jadi kunci kamar itu fungsinya ada 2, membuka pintu utama, dan masuk ke kamar kita. Begitu masuk, terasa ambiencenya seperti ada di apartment building. Ada 2 lorong, dan kamar-kamar hotelnya pun as usual, tidak terlalu besar. Tapi sudah cukup lumayan sizenya, untuk 2 orang bisa jalan dengan leluasa. Dan seperti ada di kamar favehotels yang lainnya, di area shower, ada tirai yang bisa dibuka untuk menambah kesan kamar lebih luas. Jadi dari ranjang bisa lihat ke dalam kamar mandi, jika tirai itu tidak di tutup. I think it's a clever idea of the architect. It gives a feeling that we are in a pretty big room, meskipun kenyataannya tidak terlalu besar. 

Salah satu keunggulan dari favehotel - MEX, Surabaya ini, adalah there is access to food 24 hours ! Jadi ceritanya aku dan partner menghabiskan waktu dengan jalan-jalan di mall-mall, sampai akhirnya dinner pun jadi terlupakan. Sekitar jam 11 malam, lapar lah. Bingung mau makan dimana. Tapi lalu teringat di depan elevator ada banner promosi resto di lantai bawah, tulisannya open 24 hours. Masih ada juga di pinggir-pinggir jalan di sekitar hotel, beberapa gerobak makanan seperti nasi goreng Jawa, dll. Waktu itu aku penasaran mencoba yang ada di hotel, karena bannernya cukup menarik, gambar-gambar pizza, yum! 
Namanya Drago La Brasserie. Kita harus turun ke lantai yang paling bawah. Bukan lantai yang tempat orang didrop off. Di tempat ini, suasananya lebih seperti bar / lounge room, tidak seperti restaurant. Masih cukup ada banyak orang pada jam segitu, tapi mereka lebih seperti nongkrong di bar dan minum. Oh and ada live music band. 


Menunya juga beragam, ada Chinese food, and Western food. Since I've been craving for pizza, we settled to have a large pizza. Menunggu cukup lama, untuk orderan datang, karena sepertinya memang sudah malam jadi mungkin orang di dapur juga sedikit. But it's nice that the live band played pretty good so we didn't get bored. 

A pepperoni pizza ! ( ^o^)/ I love pepperoni.
Pretty yummy ! Thin crust and not too much cheese, jadi rasa gurihnya pas. It's enough for 2 people, we felt pretty stuffed after it. 

Little did we know, apparently this lounge belongs to the favehotels, atau mungkin memang bekerja sama dengan favehotel. Karena esok harinya, ketika kami mencari dimana tempat kami mendapatkan sarapan pagi, ternyata disediakan di tempat ini juga. Mereka menyediakan satu meja panjang untuk tempat buffet, yang menyediakan nasi putih dan nasi goreng, dan lauk, ada juga bubur, toasts and butters or jams, coffee and tea. 
Fried Rice, Cah Buncis, Ayam
Satu hal yang perlu diketahui, if you're looking for an egg station, they're hidden. Yes I am telling it literally. Kalau kalian hanya memandang ke sekitar secara sekilas, mungkin kalian tidak akan mengira kalau mereka juga menyediakan egg station. I was almost done with my meal when I caught a sign in the kitchen that they provide it. Sign nya pun kecil, seperti papan nama yang ada di meja direktur :D. So make sure to talk to the chef inside, to order some eggs. The chef was pretty nice. I didn't have to stand around waiting for my eggs, he offered to deliver them to my table.

One unique thing about this place, is how crazy they are in making pizzas. Good crazy, not the bad crazy. They use many kinds of variety in their pizza. Begitu pula waktu menyediakan sarapan untuk tamu hotel. Ada satu booth kecil khusus yang menyediakan 2 loyang pizza, dan bukan pizza pada umumnya karena ternyata adalah dessert pizza. Pizza yang pada umumnya bertopping daging / sayuran, disini ada pizza bertoping buah. Dan sausnya ternyata adalah selai. So it's still pizza crust, but with jam and fruits on it. 

Pizza topping KISMIS - dan Pizza topping NANGKA
They tasted good actually. Waktu itu ada juga pizza topping KACANG MERAH, yang sayangnya keluar baru setelah kami sudah selesai makan, and I was feeling stuffed already so I didn't try that one. 

Will I stay there again if I have a chance? Yes. :)


favehotel MEX Surabaya
Jalan Pregolan 1,3,5 Surabaya 60262
East Java - Indonesia
t: +62 31 535 5508
f: +62 31 535 5509
http://www.favehotels.com/hotellist/ind/13/favehotel-mex-surabaya/local



Monday, December 14, 2009

Home Industry : Kue Lidah Kucing

11 days before xMas !~
So have you guys prepared anything yet?

Photobucket

~  * ~

Postingan kali ini ga ada maksud promosi sih, secara yang produksi bukan aku. Tapi mau sekedar kasih kabar-kabar aja, kali-kali ada yang berminat gitu.

Aku mau cerita kejadian kira-kira sebulan yang lalu, waktu aku seperti biasa, pergi jajan malam-malam bersama Mama Dora dan Papa Diego. Saat itu kami ke warung susu segar. Kejadian lancar-lancar aja pertamanya ; datang, pilih-pilih, pesan, cari tempat duduk di lesehan.

Begitu kira-kira sudah menemukan posisi-uenak buat lesehan, tiba-tiba kami didatengin pengamen. Ternyata daerah situ banyak pengamen, tiap 5 menit ada dateng satu-satu. (-__-#). Eh tapi aku ga akan cerita tentang pengamen-pengamennya sih. Yang aku mau ceritain adalah, kami juga didatengin penjual kue.

Di tengah ngobrol-ngobrol, ada nonik bawa tas kain. Umurnya mungkin kira-kira dia masih sekolah di SMP atau SMU awal. Bajunya juga biasa, hanya t-shirt dan rok sepan. Bersuara lirih dia bilang, " Permisi ..... beli kuenya, Cik. "

Ternyata dia itu menjajakan kue lidah kucing. Bikinan mamanya katanya. Keliling dia jalan ngedatengin orang satu per satu. Duh anak yang baik sekali. Sebenarnya kami tersentuh sih. Terpikir mau beli. Nah masalahnya, dia ga bawa sample. Jadi kue-kue itu sudah di dalam toples, dan diisolasi. Dipasang harga kalau ga salah ingat,40k atau 50k. Gimana mau coba?

Sorry, fotonya diambil pas sudah mau penghabisan, hihihi. Kuenya juga sudah yang kurang bagus, tapi sebenarnya produksinya lumayan bagus kok, cuma sudah pada masuk ke perut.
Photobucket
Nonik itu promosinya bagus sih, dengan suara lirih, yang sampai bikin aku harus bekerja keras berusaha mendengar, secara di pinggir jalan gitu lho, banyak suara motor lewat juga. Dia bilang, " Kuenya enak, Cik. Banyak rum-nya. "

Mama Dora membisiki, yah sebenarnya kasihan juga sih ga dibeli.
Penulis pun setuju, ya udah beli aja lah.

Lalu aku ada pemikiran untuk nanya, " Kamu ada data gak, atau kartu nama? Kalau misalnya nanti ada mau pesan atau gimana? "

Nonik itu bilang, " Ini ada kartu nama, Cik. *sambil kasih kartu nama* "

Photobucket

Kalau ada yang ga jelas ngeliat, itu tulisannya :

ANEKA MACAM KUE KERING & MANDARIN CAKE, DLL.

Delicious Taste
MANDARIN CAKE & KUE KERING

Mely
Delivery Order
0858 6958 5809
0858 6552 9009

Nah yang jadi pertanyaan, di sebelah kirinya ada tulisan :
" Terima pesanan & dapat diantar.
PEKALONGAN "

Aku : "Lho, kok Pekalongan? Jualan sampe sini? "
Nonik : " Iya, ini lagi ke Solo. Kalau mau pesan, ya bisa. Nanti diantar sama Om. "

Ealah... Jauhnyoo.

Tapi ga ada masalah sih, kami tetap beli. Dan memang ga bohong kok dia, kuenya memang enak. Crunchy, dan memang baunya harum sekali. Memang benar dia banyak memakai rum.
Yah sebenarnya kalau dia di Solo, boleh aja sih beli lagi. Salut juga sih, sama anaknya, yang mau ikut bantu mamanya jualan kue, instead of jalan-jalan sama teman main-main.

Seandainya saja orangnya baca, kamu hebat, Nak! =)
Oya, trus sekedar tips juga, lain kali kalau mau jualan jajanan kaya begini, ada baiknya siapin sample dikit, supaya bisa dicicipin ke orang. Secara kalau ga gitu, bisa-bisa orang males beli khan. Bukan jajanan murah gitu. Kalau dicicipin sedikit dulu, orang bisa beli banyak malah. Jujur kami beli pertama kali, juga bukan karena tertarik kuenya, tapi faktor kasihan.

~ * ~

Selain itu, aku juga mau berpesan, buat yang pada tinggal di USA, atau negara-negara lain yang banyak binatang liar jalan-jalan, please be careful when you're driving. Ada cerita temen di USA, menabrak deer yang sedang lewat. Sebenarnya bukan dia juga sih yang nabrak, tapi mobil lain dari arah berlawanan, lalu deer-nya terlempar ke mobil temenku.

Ah.. Kasihan.
Santa's lost one of his deer.



n.Cy,
berduka cita atas kematian deer tersebut...
2009Dec14th

Friday, December 4, 2009

Kuliner Solo ; Tisada Burger

Makan burger enak, ga harus ke mall atau fastfood ternama. Terkadang penjual burger jalanan pun bisa enak banget kok. Termasuk usaha Tisada Burger ini.

Sudah berdiri cukup lama, kalau ga salah sewaktu aku SD sudah ada. Jaman dulu masih murah meriah, kalau ga salah under Rp. 10k. Kalau sekarang, ya ada penaikan harga sedikit. Kalau simple, masih under 10k kok. Tapi kalau mau double something, ya pay extra, tapi ga lebih dari Rp. 12k. Mereka cukup sukses kayanya, sudah bisa bikin cabang. Selain burger, mereka juga menjual hotdog, dan pizza. Dulu mereka juga jual pisang keju, tapi kayanya sekarang sudah gak.


Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Roti bun-nya lembut. Dagingnya sebenarnya daging tipis biasa. Tapi enak kok. Kalau dirasa kurang, ya bisa double meat :D. Sayurnya hijau segar crunchy. Kejunya keju Kraft Singles. Yang jadi kesukaanku, saos2nya!! So creamy~~~. Jadi makannya pun bisa melting rasanya di mulut.

Photobucket


Photobucket

Kuliner Solo ; Es Krim Sakura

Ice cream. Siapa sih yang ga suka? Semua tempat pasti ada penjual es krim. Tapi kalau makan es krim buatan pabrik terus, bosan kan ya. Secara biasanya kalau buatan pabrik itu lebih ke susu rasanya, jadi bagi sebagian orang kalau makan terlalu sering, bisa eneg.

Nah kalau di Solo, ada toko jual makanan-makanan kecil, namanya Sakura. Tapi A'suk dan A'ik-nya memproduksi es krim sendiri. Sudah lama. Dari kecil aku udah tahu es krim mereka. Kalau misalnya pulang dibawa Mama arisan ibu-ibu, terkadang mampir deh beli.

Ternyata bisa bertahan sampai sekarang. Yah meskipun kayanya sekarang pasaran mereka sudah mulai sepi, tapi semoga masih tetap bertahan lama. Es krim mereka tuh enaknya, ga eneg sama sekali. Trus manisnya pas. Rasanya juga bervariasi. Cokelat, Strawberry, Vanilla, sudah standar pasti ada. Tapi ada juga rasa lainnya. Paling suka rasa Kopyor dan Coctail-nya. Karena kami memang doyan, biasanya kami beli pesan yang sekaligus liter'an. Teksturnya lembut, langsung melting di mulut.


Photobucket

Photobucket

Photobucket

Photobucket



Dan ini foto tempatnya. Jangan underestimate kualitasnya hanya karena tempatnya toko kecil biasa. Es krim mereka, the best ice cream I've ever tasted, tanpa hiperbola :).

Photobucket

Photobucket

Photobucket

Kuliner Solo ; Bebek Goreng

Bebek goreng ini Indonesia banget, ga ada ya di negara lain? Makanan ini yang bener-bener aku kangenin dari Indonesia. Biasanya di negara lain, mau makan bebek, jadinya ya mirip-mirip Bebek Peking.

Lebih suka bebek yang ini, karena dagingnya lebih kenyal. Dan kulitnya jg tidak crunchy, kenyal-kenyal lembut. Apalagi sambel koreknya, fuuuh pedasnya sedap. Cakar gorengnya selalu habis, high demand sekali. Kalau mau makan cakarnya, mesti sore-sore sudah beli.

Tapi hati-hati kolesterol, karena digoreng dan terkadang masih terlihat sangat berminyak :D.

Photobucket

Photobucket

Friday, November 27, 2009

Brownies :)

Mau bikin cake tapi ga mau susah, sebenarnya paling gampang ya bikin brownies.

again, google provides lots of recipes.
But this is what i've done.

Bahan :
200 - 250 gram dark cooking chocolate (bisa untuk 2 loyang panjang)
100 gram margarin
3 butir telur
250 gram gula pasir
1/4 sendok teh garam
200 gram tepung terigu


Tambahan kalau mau : kacang almond dipotong kecil-kecil

Margarin dilelehkan. Setelah leleh, lelehkan juga coklat masaknya. Setelah meleleh, angkat dan diamkan sebentar supaya hangat.
Photobucket


Sementara menunggu coklatnya agak mendingin, siapkan telor di mixer.
Photobucket

Photobucket


Inget, dimixer terus sampai mengembang yah! Kira-kira begini. Agak mengental sedikit gitu.
Photobucket


Lalu masukkan tepung sedikit-sedikit sambil diaduk. Harus diaduk terus supaya gak menggembul.
Photobucket

Setelah telur dan tepung menyatu menjadi kental, masukkan coklat lelehnya. Diaduk-aduk dan dimasukkin sedikit-sedikit juga.
Lebih enak kalau selagi gini dimasukkin cacahan kacang almond. Sayangnya aku tidak nemuin disini :(
Photobucket


Photobucket

Photobucket


Berhubung ga ada almond, pakai keju parut aja yah variasinya.
Panggangannya kira-kira 170 derajat, selama 50-60 menit. Selagi memanggang, ditusuk pakai sumpit kayu atau tusuk gigi/batang lidi, kalau tidak ada adonan yang nempel, berarti sudah mau matang.
Photobucket


Voila~~~!
Bikin 2 versi, yang satu kejunya dibiarin sampai crusty coklat hahaha.

Photobucket

Pastel Tutup :)

I'm back ^.^ .
Fiuuh... Lama yah updatenya, padahal bahannya sudah numpuk.

Ini karya kedua. Kali aja ada yang mau lihat hehehe....

Resep hasil mengoogle. Tapi berhubung ga semua bahan ada, ya dimodif dikit hehehe.


Bahan:

kentang (sesuai kebutuhan, kalau pakai kentang yang besar, kira-kira 4 atau 5 buah)
1 sdm garam & merica

Isi: 
* Kacang polong secukupnya
* 2 wortel potong dadu

* 25 gr soun direndam air panas, potong pendek-pendek
* 25 gr jamur kuping, rendam, iris halus
* 4 butir telur rebus, diiris bulat tipis, untuk topping sebelum ditutup kentang

* 1/4 sdt merica
* 1/4 sdt bubuk pala
* 1/2 sdt garam
* 250 cc kaldu ayam - bisa pakai Royco / Maggie seasoning
* 250 cc susu cair - I used pure cow milk
* minced chicken/beef, dipotong dadu
* 1/2 bawang bombay, potong kecil
* 3 sdm tepung terigu
* Mentega untuk menumis secukupnya
* cheddar cheese untuk diparut




Kentang direbus, lalu dihancurkan dan dicampur garam - merica jadi mashed potatoes.
Photobucket


Isi sesuai selera yah, tapi kemarin ini kita pake bahan-bahan ini.
Kacang polong hijau kalengan. Daging ham & wortel dipotong dadu kecil-kecil. Bawang bombay dipotong kecil-kecil. Jamur dan minced meat.
Dan lupa difoto, ada soun putih, yang sudah direndam air panas dan dipotong pendek-pendek.

Photobucket

Bahan-bahan diatas ditumis, menjadi isinya begini.
Lelehkan margarin -> tumis bawang bombay. Sudah wangi, masukkan daging-dagingan. Aduk, taburi kaldu. Lalu soun, jamur, kacang polong, wortel. Setelah dirasa hampir matang, masukkan susu, bubuhkan garam, merica dan gula sedikit aja spy gurih. Supaya ga terlalu cair, taburi tepung terigu selagi mengaduk-aduk. Kental deh ^.^
Photobucket

Sementara itu, loyang panggang dipersiapkan. Olesi mentega supaya gak lengket, lalu didasari mashed potatoes. Setelah isi pastel tutupnya matang, ditaruh diatasnya.

Photobucket


Atur telur rebus diatasnya, kalau tidak mau pakai telur juga ga papa. Ditutup lagi atasnya dengan mashed potatoes.
Photobucket



Sprinkle some cheese on the top.
Photobucket

Masuk ke oven pemanggang.  Aku ga terlalu yakin sih harus berapa, berhubung ovennya mama ga jelas cara makenya gimana, yah kira-kira sekitar 160-170 derajat Celcius, dipanggang kira-kira 45-60 menit.
Dicheck aja sesekali, ditusuk pake sumpit ^.^. Yang jelas memanggangnya ditaruh di bawah dulu, lalu setelah 30 menit, dipindah ke atas, supaya toppingnya crusty.

Voila~~!
Photobucket

Photobucket

Tuesday, November 17, 2009

hobby masak... dan lumpia

You must be wondering, why are the latest posts always about foods? Hehehe... Well, since I've gone back, my time's pretty much free all the time. Yah secara, pengangguran gini lho. So, ga ada kegiatan-kegiatan berarti lainnya selain makan.

Lately, I've been doing one of my hobbies again, which is cooking. Sekedar informasi sih, I'm only cooking when I feel like it, when I had some free time, or when I need a break, to relax, and when feeling a bit experimental. Biasanya aku lebih sering memasak makanan yang berjenis cemilan, seperti cakes, cookies, gorengan, etc. , walau kadang-kadang juga memasak masakan rumahan untuk lauk nasi. Tapi berhubung di rumah orang tua sudah ada asisten untuk memasak masakan rumah, jadi aku sekarang bikin yang cemilan-cemilan aja.

When I talked with my sister-in-law that I want to do some cooking, dia setuju-setuju aja. Secara dia juga agak doyan masak. Eksperimen pertama kita, bikin lumpia. Katanya dia memang lagi pengen makan lumpia. Foto lumpia goreng disini sudah bikinan kedua, bukan eksperimen yang pertama kali, kita memang sengaja bikin lagi karena ada permintaan dari saudara, minta dikirimin lumpia hahaha.

Isi lumpia ku berisi irisan rebung, wortel, kacang toge, minced meat (terserah mau daging apa, disini aku pakai minced beef, atau chicken supaya semua orang bisa menikmati), ebi kering yang sudah dipotong kecil-kecil.Apa lagi yah? Lupa. Hahaha. Bikinnya sudah berhari-hari yang lalu sih. So anyway, ditumis dgn standar dan kecap-kecap jadinya seperti ini.

isilumpia


Setelah ditumis, mempersiapkan kulit. Kulit untuk lumpia goreng, beli aja di supermarket, kulit spring roll. Ada yang besar, ada yang kecil. Pertama bikin besar, jadi lebih panjang, tapi yang kedua kalinya ini kami coba pakai kulit yang kecil yah, biar jadi lumpia mini ^^.

lipatlumpia01

lipatlumpia02

lipatlumpia03

lipatlumpia04



lipatlumpiafinal


Kulitnya direkatkan memakai tepung kanji yang dicampur air sedikit.
Kurang lebih jadinya begini deh. Tinggal digoreng aja.

lumpiagoreng

Kalau lumpia basah, kulitnya bikin sendiri, dari campuran telor. Nah kalau kulitnya sih, yang bikin bukan saya ^^. Asisten Mbok Sum yang bikin.

kulitlumpiabasah

Cara ngerollnya sama, cuma ga perlu diapa-apain lagi, tinggal roll aja. Ga perlu digoreng, sudah siap makan ^^.
lumpiabasah