Pages

Showing posts with label articles. Show all posts
Showing posts with label articles. Show all posts

Saturday, March 31, 2012

ironi masyarakat #1

The Big Picture | Pandji Pragiwaksono:

'via Blog this'

Ini kurang lebih gambaran mengapa harga BBM memang harus naik.
Kalau ada problem untuk masuk ke linknya, isinya tulisan Pandji Pragiwaksono tentang analisa mengapa wajar kalau harga BBM naik :

Sebuah kesempatan langka berkesempatan ke NTT, kala itu saya datang dalam rangka revitalisasi posyandu di sana. Sesuatu yang sangat dibutuhkan banyak masyarakat. NTT adalah propinsi dengan angka kematian anak tertinggi di Indonesia

Sampai hari ini pengalaman berharga itu masih membekas sampai hari ini, untuk yang belum baca perjalanan saya, silakan klik di sini

Pulang dari Kupang, saya menyimpan pertanyaan spesifik. Dari bertanya, saya akhirnya tahu jarak garis lurus antara Kupang dengan perbatasan timorleste adalah 140km, jarak tempuh ke sana dari Kupang sekitar…. 8 jam.

Jakarta-Bandung lewat Cipularang juga 120km bisa saya tempuh dalam waktu 2 jam, bahkan kalau saya nyetir dengan membayangkan film FastFive saya bisa sampai Bandung dalam 1 jam saja.


Mengapa bisa seperti itu? Jawabannya adalah infrastruktur.

Pemerintah Indonesia, tidak terlihat konsisten dalam niatnya membangun Indonesia karena terutama di Indonesia Timur, infrastruktur yg abal abal membuat saudara saudara kita di sana tidak bisa mendapatkan kesempatan yang adil.


Ini pemahaman saya tentang infrastruktur

1. Misalnya anda mau menjual rumah anda, lalu jalan di depan rumah, rusaknya ampun ampunan. Kalau bawa mobil di jalan tersebut, anda akan merasa seperti sedang naik rover di permukaan bulan. Lalu, pemerintah kota memperbaiki jalan di depan rumah anda tersebut. Jalan menjadi mulus seperti paha personil cherrybelle. yang manapun. Otomatis, VALUE rumah anda akan naik. Harga rumah anda meningkat dan dengan itu uang yang anda terima jadi nambah.


Kejadian sebaliknya terjadi di Kelapa Gading, pasca banjir 2007 banyak rumah yang dijual. Harga rumah rumah yang dijual di Kelapa Gading ini seharga Rp 300juta. Sekedar informasi, sebelum banjir, nilainya sekitar Rp 1M. Mengapa bisa turun? Karena banjir. Si penjual hanya menjual dengan harga tanah karena siapapun yang membeli rumah tersebut pasti akan harus merobohkan rumah yang lama dan kemudian membangun kembali rumah yang ditinggikan untuk mengantisipasi banjir. Ketika infrastruktur berupa Banjir Kanal Timur diselesaikan dengan harapan banjir tidak akan lagi melanda Kelapa Gading, harga harga rumah mulai kembali normal.



2. Selain Grameen Bank ada sebuah perusahaan namanya Grameen Phone, inisiatif Muhammad Yunus ( inisiator Grameen Bank) bersama Nokia, untuk menyediakan ponsel kepada para pedagang kecil di Bangladesh. Ponsel tersebut dilengkap juga dengan informasi mengenai harga bahan bahan dasar, dll yang berkaitan langsung dengan bisnis mereka Sejak program ini jalan, pemasukan para pedagang kecil Bangladesh meningkat pesat. Ternyata selama ini, jarak yang terlalu jauh antara pasar (market place) dengan sawah/ ladang/ peternakan menghambat bisnis mereka. Contoh paling sederhana, seorang peternak kambing mendapatkan kabar via teman yang baru datang dari pasar bahwa ada yang ingin membeli kambing. Sang peternak, jalan KAKI sekitar 6 jam hingga ke pasar hanya untuk menemukan fakta bahwa si pembeli sudah mendapatkan dari peternak lain, dan ternyata yang dia cari adalah SAPI .



Handphone, membantu efektivitas perdagangan para pelaku usaha kecil ini. Saya langsung ingat cerita Angga Sasongko tentang keadaan di Mentawai. Di sana, boro boro orang bisa tahu berapa angka pasti korban tsunami, wong telfon aja ga ada. Kemkominfo pernah memberi sejumlah telefon satelit untuk Mentawai, sekarang rusak semua. Boro boro untuk perdagangan, untuk urusan nyawa saja, infrastruktur seperti telefon tidak bisa disiapkan



3. Saya kemarin baru dari Pasar Senen untuk kebutuhan shooting, saya berbincang dengan banyak pedagang di sana, beberapa sudah ada di sana sejak 1970an. Mereka mengeluh, pemasukan yang berkurang. Mereka mayoritas tidak menyalahkan hypermart yang sekarang marak bermunculan karena memang, menyasar segmen yang berbeda, harga Hypermart juga sebenarnya lebih mahal dan mereka juga nampaknya sadar faktor kebersihan jadi alasan mengapa orang mulai meninggalkan dagangan mereka. Obrolan ini, terjadi di lantai dasar Pasar Senen, di area pasar basah, dengan kaki berkubang entah air apa yang membasahi lantai, dengan seorang pedagang ikan yang sibuk mengusir kecoak yang lari lari di atas ikan ikan dagangan mereka.



Saya lalu berbincang dengan seorang bernama Pak Suwito beliau seorang pengusaha properti (mal tepatnya) yang menulis buku “Jakarta dan Pusat Perbelanjaan”. Saya bertanya, apa yang bisa pemerintah lakukan untuk membantu pasar tradisional tidak terluka seperti sekarang ini. Jawabannya, lagi lagi infrastruktur “Pemerintah daerah harusnya memberi dukungan dalam bentuk perbaikan infrastruktur. Perbaiki kondisi pasar pasar tradisional, bersihkan, buat agar pasar kembali menjadi nyaman dan bersih sehingga punya daya saing”. Beliau kemudian mencontohkan bagaimana pemda banten memberi dukungan kepada Pasar Tradisional di Serpong dengan membawa BPOM masuk ke pasar tersebut. Pasar kemudian dibimbing agar dagangannya bersih dan sehat, hingga kini akhirnya omset pedagang di sana meningkat karena harganya murah tapi kebersihan terjamin. Saya lalu bertanya, “Lalu apa yang membuat Pasar Senen sebagai pasar besar pertama di Jakarta bisa bertahan sampai sekarang?” Jawabannya lagi lagi karena infrastruktur “Coba kamu lihat, ke Pasar Senen itu gampang, mau naik bis trans jakarta bisa, mau naik KRL stasiunnya ada, mau naik mikrolet ada trayeknya, lalu ada jembatang penyebrangan ber AC dengan toko toko di dalamnya untuk orang yang mau menyebrang dari Atrium Senen ke Pasar Senen dan sebaliknya”



NAH

Saya tahu anda masuk ke blog ini untuk membaca tentang kenaikan BBM, anda mungkin bingung mengapa jadi membaca semua yang ada di atas. Jawabannya adalah, karena saya ingin memberikan gambaran umum mengenai pentingnya pembangunan dan perbaikan infrastruktur di Indonesia untuk menstimulasi kesejahteraan masyarakat. Sehingga ketika anda tahu bahwa alokasi dana untuk pembangunan infrastruktur (di APBN tulisannya: belanja modal) kecil, anda akan kaget dan mempertanyakan di mana keseriusan pemerintah

Apalagi karena siapapun yang menolak kenaikan BBM dengan alasan kasian kepada rakyat kecil harusnya tahu bahwa kalau memang peduli kepada rakyat kecil, harusnya uangnya dialihkan kepada infrastruktur seperti apa yang direncanakan pemerintah ( saya baca di sini dan menurut saya komik tadi itu merupakan inisiatif menarik dari pemerintah untuk menerangkan soal kenaikan BBM)

Mungkin sudah jelas sampai sini bahwa saya berpihak kepada kenaikan BBM. Yang belum jelas saya terangkan adalah, bahwa menurut saya anjuran untuk tidak menaikkan harga BBM juga bukan sesuatu yang salah.


Bingung?
Mari saya jelaskan…

Di Provocative Proactive Radio selasa malam kemarin (27 maret 2012) saya mewawancara Mas Aco Patunru seorang peneliti dari LPEM FEUI dan juga dosen Mikro Ekonomi, Makro Ekonomi, Perencanaan Pembangunan, Ekonomi Pembangunan dan Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan di FEUI. Saya juga membawa ke studio Mas Arief Budimanta seorang anggota DPR Komisi 11 yang membidangi keuangan, perencanaan keuangan nasional, perbankan dan lembaga keuangan bukan bank. Beliau dari PDI-P.

Mas Aco pro kenaikan BBM, Mas Arief kontra kenaikan BBM.

Saya membawa mereka berdua ke studio karena saya lelah melihat, mendengar, membaca opini opini. Saya ingin bertemu dengan fakta fakta baik dari mereka yang mendukung dan yang tidak. Saya ingin bertanya agar kemudian saya bisa berkesimpulan sendiri dengan keyakinan penuh.

Latar belakang diskusinya begini, Pemerintah tidak kuat terus terusan mensubsidi BBM apalagi dengan harga minyak yang terus meningkat. Pemerintah merasa APBN bisa jebol kalau terus terusan begini.

Mengapa harga minyak dunia meningkat? Sederhana saja, minyak bumi adalah sumber energi yang tidak dapat terbarukan. Kelak akan habis. Sementara, jumlah manusia yang mondar mandir di atas Bumi meningkat terus. Kalau ada barang dagangan yang menipis dan yang mau beli jumlahnya banyak, pasti harga akan naik. Seperti cinta saya. Saya cuma punya cinta sedikit, yang pengen cinta dari saya banyak, walhasil cinta saya mahal….. hehehe


Selain itu, konflik antara Amerika Serikat dengan Iran juga menambah buruk keadaan. Iran yang ngotot terus mengembangkan teknologi nuklir akhirnya “dihukum” Amerika Serikat. AS “memerintahkan” negara negara termasuk negara kita untuk tidak membeli minyak dari Iran. Maklum, kita sudah keluar dari OPEC dan tidak lagi mengekspor minyak. Kita cuma boleh produksi 650 ribu barrel perhari sementara yg harus disokong adalah kebutuhan sejumlah 1 juta barrel. Akhirnya kita banyak mengimpor. Karena kita mengimpor maka harga minyak dunia sangat berpengaruh kepada kita. Pertanyaannya, kenapa kita musti nurut atas perintah Amerika Serikat?

Karena Indonesia saat ini emang masih jadi kacungnya Amerika Serikat hehehehehehehehe

Banyak aliran dana dari Amerika Serikat yang masuk ke Indonesia baik dalam bentuk pinjaman maupun hibah. dari US AID, dan lain lain. Biasanya uang uang tersebut masuk untuk pembangunan infrastruktur. Makanya kalau kita nggak nurut, uangnya ga turun, sementara kita tahu alokasi dana untuk infrastrukur jauh di bawah yang dibutuhkan itulah mengapa pemerintah RI kemarin kemarin ini sangat mengandalkan uang dari asing.

Sayang memang. Padahal kalau bisa pake uang sendiri, mending pake uang Indonesia sendiri. Oiya lupa, uangnya dipake untuk subsidi BBM, hehehe



Kembali ke BBM, dari penuturan di atas berarti kita sama sama sepakat bahwa harga minyak dunia akan terus naik. Kalau kita terus menerus mensubsidi, maka lama lama jumlah subsidinya akan terus naik dan semakin memberatkan APBN.

Cadangan BBM yang Indonesia miliki, yang diperkirakan masih tersisa dalam bumi pertiwi, akan habis 25 tahun dari sekarang. Kalau habis, berarti 100% kebutuhan BBM kita akan import dari asing, pada saat itu terjadi maka kita mau nggak mau harus pakai harga dunia dan akan sangat berat. Kalau nggak percaya, silakan google sendiri harga BBM di negara negara lain. harga kita adalah yang termurah.

Bahkan negara lain sering bertanya “Bagaimana, Indonesia sudah menarik pajak dari BBM?” , kita akan jawab boro boro, ngurangin subsidi aja diprotes hehehe

Ya, betul sekali. Negara lain mulai menarik pajak dari penggunaan BBM sebagai diinsentif penggunaan BBM. Bahasa sederhananya, supaya orang males pake BBM.


Mengapa orang harus dibuat males? Supaya membuka jalan untuk pengembangan energi alternatif


Di Indonesia pengembangan energi alternatif tidak berjalan. Tidak ada investor yang mau masuk ke area itu. Mengapa? Karena harga BBM di Indonesia murah. Energi alternatif yang mereka akan tawarkan tidak akan bisa bersaing harga. Saya tahu ini karena beberapa waktu lalu saya bertanya kepada banyak pihak mengapa di Indonesia tidak ada yang mengembangkan tenaga matahari, atau arus bawah laut dan masih banyak lagi potensi energi alternatif terbarukan yang Indonesia miliki. Bahkan negara negara lain mengakui, Indonesia adalah rumah untuk sumber sumber energi alternatif terbarukan terbesar di dunia. Tapi mengapa tidak ada yang mengembangkan? Jawabannya, karena mahal dan tidak dapat bersaing dengan BBM yang masih murah di Indonesia.



Mas Arief, yang notabene seorang anggota DPR fraksi PDI-P, sebuah partai yang keras menolak kenaikan BBM juga mengakui bahwa harga minyak dunia akan terus naik, beliau juga setuju harga BBM di Indonesia kelak memang terpaksa harus dinaikkan


Saya tanya kepada beliau, “Kalau misalnya Mas Arief ga setuju kenaikan BBM sekarang, lalu Mas setujunya akan naik kapan?”

Jawaban Mas Arief “Entah, tergantung momentum..”


Mungkin maksud beliau “Tergantung siapa Presidennya”, karena sekarang Presidennya SBY maka ini momentum yang tepat untuk menolak kenaikan tersebut. PDI-P jadi keliatan oke di mata rakyat. hehehe

Karena kenyataannya, waktu Megawati jadi presiden, harga BBM juga naik, 3 kali bahkan. Mas Arief bilang “Waktu itu kondisinya beda..”

Iya, beda Presidennya. Kalau Presidennya dari partai PDI-P tentu keputusan naikin BBM akan dibela.

hehe

Diskusi kami, saya, Mas Aco dan Mas Areif akhirnya mondar mandir di urusan besarnya APBN dan dan berapa banyak yang harus dikurangi.


Mas Arief berargumen sebenarnya pemerintah tidak perlu menaikkan BBM kalau yg dikhawatirkan adalah uangnya ga cukup.

Karena uangnya ada. Bahkan dari sisa anggaran yang lalu bisa dipakai dan dimasukkan kepada rencana APBN sekarang.

Mas Arief bilang, kenaikan BBM harusnya tahun 2011 ketika daya belanja masyarakat sedang tinggi tingginya. Ketika saya tanya, “Bukankah sekarang juga kuat?” Jawaban Mas Arief, “Sedikit melemah dibandingkan tahun lalu”

Mas Arief bilang, perkuat dulu kemampuan ekonomi masyarakat baru naikkan BBM.

Cari solusi solusi lain agar APBN bisa selamat tanpa harus mengorbankan rakyat. Dampak inflasinya akan mencekik rakyat.

Masuk akal argument Mas Arief, apalagi karena solusi yang ditawarkan pemerintah untuk mengtasi dampak inflasi adalah solusi yang saya kurang sreg. BLSM. Bantuan Langsung Sementara Masyarakat. Di mana 30% masyarakat dengan ekonomi terbawah di Indonesia akan mendapatkan uang sebesar Rp 150.000 selama 3 bulan untuk mengurangi dampak inflasi tersebut dengan asumsi setelah 3 bulan masyarakat sudah bisa menyesuaikan dengan dampak inflasi.

Saya tidak pernah suka dengan BLT dan juga BLSM. Saya bingung dengan praktek dan efektifitasnya.

Kata Mas Aco dibandingkan Negara Negara lain yang menjalankan program seperti BLSM, Indonesia ternyata angka kebocorannya terrendah.

Tidak membuat saya tenang.

Itu seperti “Naik mobil ini gapapa kok, kecelakaannya lebih sedikit. Tetep nabrak, tapi sedikit…”

Mas Aco beropini, kenaikan BBM harusnya tidak dilihat dari urusan defisit anggaran saja seperti yang selama ini diperdebatkan.

Menurut Mas Aco, kenaikan BBM harus dilakukan karena memang hal yang benar. Menurut SUSENAS, Survey Ekonomi Sosial Nasional, yang menikmati subsidi BBM hanya 10% masyarakat teratas di Indonesia. Aneh menurut saya karena masyarakat bawahpun mendapatkan efek dari kendaraan umum yang dia gunakan dan harga harga pokok kan juga terpengaruh dari BBM

Kedua menurut Mas Aco kalau memang peduli kepada penggunaan energi alternative, harus dipaksa untuk mengurangi penggunaan BBM dengan menaikkan harga sehingga ada peluang untuk mengembangkan energy alternative (demandnya ada) dan energy alternative bisa bersaing secara harga. Di sini saya setuju.

Ketiga dan ini poin yang saya setujui juga, adalah alasan pengalihan sisa dana untuk infrastruktur.



Kesimpulan: Tidak ada yang salah, kedua solusi sama sama benar.

Kalau anda mempelajari jalan yang ingin diambil pemerintah dan jalan yang ditawarkan oleh PDI-P, sebenarnya tidak ada yang salah

Hanya saja kebanyakan di antara kita kalau sudah pro terhadap 1 sisi, cenderung enggan untuk mencoba memahami sisi yang lain.

Saya sih memaksa diri untuk memahami keduanya. Dan sejauh yang saya amati, keduanya ada sisi baik dan buruknya



PRO kenaikan BBM:

Positif:

Langkah yang benar, tidak melakukan pembodohan kepada masyarakat dengan “harga palsu”

Mengurangi kemungkinan kecurangan, korupsi akibat kesenjangan harga minyak antar Negara bahkan daerah di Indonesia

Memberi ruang untuk pembangunan infrastuktur di daerah daerah Indonesia yang tertinggal

Memberi harapan terhadap pengembangan energi alternative

Negatif:

Berat untuk seluruh rakyat Indonesia. Yang menengah ke atas bisa lebih mudah menyesuaikan, berat tapi bisa menyesuaikan. Yang menengah ke bawah akan sulit untuk beradaptasi. BLSM bagi saya beresiko.



KONTRA kenaikan BBM:

Positif:

Rakyat tidak kaget dengan kenaikan ini dan tidak terkena dampak inflasi (walaupun sebenarnya sih akan kerasa terus untuk selamanya..)

Soal anggaran ada banyak cara untuk mengisi kekurangan yang dibutuhkan seperti sisa anggaran sebelumnya dan termasuk menyumbat kebocoran kebocoran anggaran akibat korupsi

Negatif:

Kurang mendidik, karena hanya mengundurkan bom waktu. Bomnya akan meledak. Hanya saja kalau bisa meledaknya jangan sekarang. Jangan ketika kita yang merasakan nanti saya generasi mendatang yang merasakan (maaf terdengar sinis hehe)

Keterangan di atas memang sangat disederhanakan.

Intinya, 2 jalan tadi ada positif dan negatifnya, tapi secara umum keduanya benar.

Naif sekali apabila kita berpikir, hanya ada 1 jalan menuju Indonesia yang lebih baik

Buka peta Indonesia dan buka mata anda baik baik.

Lihat dan pahami bahwa Indonesia terlalu luas, terlalu beragam , terlalu banyak perbedaan untuk punya 1 solusi maha sakti yang mujarab

Lalu pertanyaan di benak anda, kalau dua duanya benar, kita menjalankan yang mana?

Jawabannya, bukan kita yang menjalankan.

Pemerintah.

Pemerintah yang punya kewenangan untuk menjalankan.

Its their choice.

Setiap pemerintahan tentu punya subjektitas dalam cara menjalankan keputusan dan dalam mengambil jalan.

Masalahnya, kita percaya atau engga kepada pemerintah

Iya kan? J

Pasti kita semua sepakat, kalau pemerintahan kita jalannya bener, bersih, baik, dan terbukti dengan nyata, kita juga tidak akan separno ini terhadap apapun keputusan yang di ambil mereka

Kalau PDI-P lebih sreg dengan jalan yang mereka tawarkan, ya silakan jalankan ketika mereka jadi partai yang berkuasa.

Kalau saya pribadi, saya akan setuju agar pengeluaran pemerintah utk subsidi BBM bisa berkurang agar bisa dialihkan kepada pembelanjaan modal.

Memang ada argument yg berbunyi begini:

“Kalau misalnya dananya dialihkan kepada infrastruktur lalu apa jaminannya benar benar akan dibangun infrastruktur tersebut?”

Pertanyaan itu sama naifnya dengan “Kalau BBM tidak dinaikkan, apa jaminannya rakyat tidak akan tercekik hidupnya?

Dengan tidak adanya listrik di daerah daerah pelosok Indonesia, air bersih tidak ada, fasilitas pendidikan yang mengenaskan, fasilitas kesehatan yang menyedihkan, sarana komunikasi yang terbelakang dan keadaan transportasi yang busuk?

Ketika saya bilang transportasi saya bukan hanya bicara tentang kendaraan umum untuk rakyat, tapi terlebih lagi, ketersediaan JALAN RAYA yang bisa mengeliminir masalah jarak dan medan di daerah daerah terpencil Indonesia

Masalah Indonesia adalah Negara kita luar biasa besar.

Bukan hanya itu, kita terpisah lautan!

Secara medan, Indonesia itu luar biasa menantang. Kalau bukan infrastruktur, lalu bagaimana lagi kita bisa membantu saudara saudara kita terutama di Indonesia Timur?

Ada lagi argumen:

“Kalau dialihkan ke infrastruktur apa jaminannya tidak jadi lahan korup?”

Pertanyaan itu sama naifnya dengan “Siapa bilang tidak ada yang korup dengan kondisi harga BBM seperti sekarang ini?”

Peluang korupsi dari selisih harga yang terlalu jauh ini, jadi arena bermain yang menarik bagi kampret kampret yang ada di Indonesia. Banyak yang membeli dengan harga murah di sini, lalu menjual dengan harga tinggi di tempat lain. Memanfaatkan murahnya harga BBM di Indonesia.

Lagipula, sudahlah. Tidak perlu kita lama lama terpecah seperti ini.

Sekarang, ketika memahami peta keseluruhan, saya baru sadar bahwa 80% dari segala pembicaraan soal kenaikan BBM ini, adalah hasil manuver politik.

Adalah hal yang pasti, PDI-P berseberang jalan dengan pemerintah. Kan mereka partai oposisi.

Masalahnya, PDI-P saat ini sedang punya 2 pertaruhan besar.

Pemilihan Gubernur dan 2014

Di Pemilihan Gubernur, citra pro rakyat pasti tercermin dalam sentimen para pemilih terhadap calon mereka. Apalagi Jokowi dan Ahok kalau dijumlah hasilnya adalah: Merakyat.

Untuk 2014, mereka butuh citra yang baik untuk mendapatkan hati masyarakat

Walaupun, perasaan saya berkata, rakyat akan ilfil ketika tahu calonnya lagi lagi adalah Megawati atau setidaknya Puan Maharani. Kenapa ilfil? Gimana rakyat percaya PDI-P pro demokrasi kalau partainya aja kayak kerajaan gitu. Tidak bisa move on dengan calon diluar keturunan Bung Karno.

Salahkah PDI-P melakukan politik pencitraan seperti itu? Ya ga salah secara politis

Cuman aja saya sebel karena alasan utama mereka terhadap penolakan BBM bukan karena baik untuk rakyat, tapi karena baik untuk citra partai.

Buktinya? PKS yang harusnya 1 suara dengan koalisinya, malah asik asik koar koar di media tidak setuju. Semua demi citra yg “pro” rakyat.

Here’s what I know about leadership: Leaders often time, make the hard decision because it’s the right thing to do

Ketika misalnya, anda memilih saya untuk memimpin. Maka saya akan ambil keputusan keputusan yang terbaik. Tentu saya akan mendengar suara anda, tapi saya harus tetap mengambil jalan yang benar. Anda memilih saya (harusnya) karena anda percaya saya kompeten di mata anda. Kalau benar begitu, biarkanlah saya bekerja. Saya tidak harus mengambil keputusan yang anda inginkan hanya untuk memenangkan hati anda. Saya sudah terpilih. Kalau ada yang ingin memenangkan hati anda, itu adalah karena mungkin dia mau mengambil jabatan saya.



Alasan politis kedua, adalah bahwa semua ini gara gara SBY juga

Tahun 2008 atau 2009 saya lupa, Presiden SBY memutuskan untuk menurunkan harga BBM. Dua kali bahkan

Beliau sendiri yang muncul di TV untuk penurunan BBM. Taking credit. Seakan akan itu keberhasilan beliau. Padahal dalam kenyataannya, memang harga minyak dunia lagi turun

Mengapa turun?

Bayangkan anda dagang pisang. Lalu pembeli terbesar anda, bangkrut dan tidak bisa beli pisang anda. Takut pisang anda busuk, anda akan menjual pisang anda dengan harga yang murah.

Itulah yang terjadi di 2008. Amerika Serikat, kolaps. Pembeli terbesar tidak lagi mampu membeli, maka harga minyak dunia turun.

Alasan SBY menurunkan harga BBM adalah “Untuk terus menyesuaikan dan mengikuti trend harga dunia”

Maka ketik a harganya turun, ya SBY ikut turunkan.

MASALAHNYA, ketika harga minyak dunia naik lagi di tahun 2010, dia nggak kembali menaikkan harga. Padahal katanya dia ingin terus menyesuaikan. Mengapa tidak dinaikkan?

Kayaknya (ini opini subjektif ya) karena takut citranya jelek di mata rakyat.

Benar kata Mas Arief, harusnya naikin aja setelat telatnya 2011 ketika kemampuan konsumsi rakyat Indonesia lagi hebat hebatnya.

SBY yang terlalu so slow bimbang you don’t know, akhirnya blunder sendiri ketika mentri mentrinya bilang, kenaikan tidak dapat dihindari.

Akhirnya, dia harus mengambil jalan yang ga enak, meminta DPR utk merevisi UU yg berkaitan dengan subsidi BBM. Ketika, dia minta bantuan DPR, maka DPR yang berisi partai partai pencari kesempatan dalam kesempitan, langsung riang memanfaatkan keadaan. Seperti piranha yang mencium bau darah. Kecil kecil, banyak, beringas.

Nah alasan politis ketiga:

Ada yang tidak mau kita mengembangkan energi alternatif

Siapakah orang orang itu?

Ya orang orang yang hidup dari migas.

Mereka mencoba agar ketergantungan terhadap BBM tinggi karena investasi dan bisnis mereka besar di migas. Walaupun gas dipegang mereka juga dan ada kecenderungan beralih ke gas, tapi sesungguhnya iklimnya belum siap. Konsumsi BBM masih sangat tinggi.

Kebetulaaaaaaaan, ada petinggi partai, ada mentri yang bisnisnya di migas. Hehehe..

Padahal, peneliti dari Negara Negara lain iri dengan Indonesia, bahkan memberi julukan Indonesia sebagai Negara dengan sumber energy terbarukan terbesar di dunia.

Panas bumi

Matahari melimpah (ingat khatulitiwa?)

Arus bawah laut (ingat lautan kita yang merupakan bagian terbesar Indonesia?)

Dan masih banyak lagi, merupakan kekayaan kita yang tidak bisa digali untuk kebaikan bangsa kita sendiir.

Karena apa? Karena dihalang halangi. Ada yang tidak mau harga BBM naik karena akan memberi jalan kepada eksplorasi energy alternative. Kalau eksplorasi itu berjalan, jelas bisnis mereka akan mati

Percaya sama saya, semua perusahaan migas dalam dan luar negri membubuhkan kata “alternative energy” di website mereka, tapi sedikit sekali yang benar benar serius menggarap ke sana Mereka membubuhkan itu agar terkesan “peduli lingkungan”



Saya kasih fakta penutup:

Saya sedang baca buku “The Future Of Freedom” karya Fareed Zakaria. Disitu ditulis, dan ini didukung dengan sumber sumber lain yang saya baca di internet:

Negara yang masih mengandalkan natural resources tidak bisa berkembang secara ekonomi.

Negara yang ekonominya tidak berkembang, susah untuk bisa meraih kebebasan dari demokrasi yang benar. Ada satu hal yang disebut illiberal democracy alias demokrasi pura pura, contohnya pemerintahan Presiden Soeharto.

Mengapa kalau mengandalkan natural resource tidak bisa mengembangkan ekonomi? Karena bisnis bisnis sumber daya alam bisa berjalan tanpa fundamental perekonomian yang sehat.

Salah satu contoh sederhananya, bisnis SDA tidak menarik banyak SDM . Padahal menurunkan angka kemiskinan bisa dilakukan dengan membuka lahan pekerjaan seluas luasnya, sementara bisnis di Indonesia belum memiliki ekosistem yang cocok. Ekosistem terhadap bisnis belum cocok karena masih bergantung kepada bisnis berbasis Sumber Daya Alam.

Contoh, Venezuela. Kaya akan sumber daya alam memiliki simpanan minyak bumi terbesar di dunia di luar Negara Negara timur tengah, lama berkutat di sana, akhirnya economic mismanagement yang berujung kepada political corruption

Lagi nih..

Apa persamaan dan perbedaan Cina dan Russia?

Persamaannya, sama sama ingin menuju kemakmuran

Perbedaannya, Russia mengambil jalan perubahan politik dengan harapan ekonomi kemudian akan membaik. Sementara Cina merubah system ekonomi mereka jadi lebih terbuka dan efeknya (diluar keinginan mereka) politiknya jadi lebih terbuka.

Memang sekarang Cina masih represif, tapi sekarang rakyatnya mulai berani melawan DAN MENANG.

Tahun 97 rakyat Cina melakukan tuntutan kepada pemerintahannya sebanyak 90.557 tuntutan. Bandingkan dengan jumlah tuntutan yang dilakukan rakyat kepada pemerintah di tahun 1984: 0 tuntutan.

Sementara Russia masih berkutat dalam perjuangan politiknya. Kenapa susah memperbaiki politiknya? Selama perut orang orang masih lapar dan masih banyak orang orang yang kurang terdidik, potensi pelencengan di atas sana selalu besar.

Ekonomi membaik = rakyat yang lebih makmur = pendidikan lebih terjangkau = masyarakat yang lebih cerdas = rakyat yang lebih kritis = Pemerintahan tidak bisa lagi membohongi rakyat = Praktek politik yang benar = Pembangunan yang baik = Negara yang hebat

Sederhananya gitu..

Perubahan ekonomi yang lebih baik selalu dalam sejarah dan hingga hari ini, mengakibatkan perubahan ke arah pemerintahan yang lebih sehat.

Jadi sekarang pertanyaannya, masih mau berlama lama mengandalkan minyak bumi?

Atau mau mulai berani menatap masa depan, dengan memanfaatkan potensi yang kita punya?

Kalau anda memilih untuk menatap masa depan dan memanfaatkan potensi yang kita punya, maka anda akan setuju untuk mulai meninggalkan industri berbasis sumber daya alam, yang berarti anda juga pro terhadap pemanfaatan energy alternative yang berarti juga anda setuju terhadap kenaikan harga bbm karena itu akan membuka potensi dan peluang untuk eksplorasi sumber energy alternative terbarukan.

Now, what do you think after you see the big picture?

Wednesday, March 21, 2012

BIBLE Facts #1

Pada awalnya aku gak ada niat untuk bikin posting ini..
Tapi dapat info dari "teman", di luar sana ada banyak pemberitaan yang mencari-cari kesalahan Alkitab lalu mencemooh..
It makes me think, sepertinya kok perlu untuk setidaknya ada salah satu penjelasan, meski aku juga baru proses pembelajaran Alkitab juga, tapi kuyakini Alkitab itu selalu benar.

Salah satu blogger menuliskan http://ipoelhuda.blogspot.com/2012/03/alkitab-vs-matematika.html, kalau dia menganalisa beberapa kesalahan di dalam Alkitab, khususnya di bagian perhitungan di kitab Raja-Raja.
Lengkapnya silahkan dibaca disana, yang jelas keluar analisa mengenai kesalahan penghitungan scr. matematika (menurut dia).

Saat ini aku masih baru bisa memberikan penjelasan tentang bagian SALAH HITUNG KELILING LINGKARAN, semoga di lain waktu aku ada kesempatan untuk memberikan penjelasan juga untuk bagian yang lain.

Aku kutip dari apa yang dia katakan ya :
1 Raja 7:23 Kemudian dibuatnyalah "laut" tuangan yang sepuluh hasta dari tepi ke tepi, bundar keliling, lima hasta tingginya, dan yang dapat dililit berkeliling oleh tali yang tiga puluh hasta panjangnya.




Rupanya bagi penulis Kitab Raja-Raja, rumus menghitung keliling lingkaran adalah:


Keliling Lingkaran = DIAMETER LINGKARAN X 3 = (10 hasta x 3 = 30 hasta)


=>>>> Hah… nemu dimana neh rumus ???

Tetapi seingat saya guru Matematika saya mengajarkan Rumus keliling lingkaran adalah:


Keliling Lingkaran = 2 π r atau


Kelilng lingkaran = DIAMETER LINGKARAN X KONSTANTA (π = 3,14159265358979 atau 22/7)


Dalam ayat di atas disebutkan diameter lingkarannya adalah 10 hasta "... sepuluh hasta dari tepi ke tepi, ..." maka semestinya keliling lingkarannya adalah


10 x 3,14159265358979 = 31,4159265358979 hasta, kalaupun ingin dibulatkan juga maka pembulatannya adalah 31,42 hasta, BUKAN 30 hasta sebagaimana disebutkan dalam ayat di atas: "... dililit berkeliling oleh tali yang tiga puluh hasta panjangnya".


Selisih 1,42 hasta bukanlah jumlah yg sedikit karena berdasarkan kompilasi kamus alkitab, 1 hasta, dalam bhs Ibraninya AMMAH = 0,5 meter, jadi kalau dihitung dalam meter selisihnya adalah 0,72 meter, atau kalau dalam persen adalah 4,5%.


untuk bagian ini "SALAH HITUNG KELILING LINGKARAN"
ada baiknya kalau ga main asal comot satu ayat ..

ayat 23 : Kemudian dibuatnyalah "laut" tuangan yang sepuluh hasta dari tepi ke tepi, bundar keliling, lima hasta tingginya, dan yang dapat dililit berkeliling oleh tali yang tiga puluh hasta panjangnya.

ada kelanjutannya di ayat 26 : Tebal "laut" itu setapak tangan dan tepinya serupa tepi piala, seperti bunga bakung yang berkembang. "Laut" itu dapat memuat dua ribu bat air.

Wadah laut itu punya TEBAL, setapak tangan.. Rata-rata tapak tangan itu berapa? Anggap lah kira-kira sekitar 10 cm, yaitu 0.1 m.

Kalau disebutkan dapat dililit berkeliling, itu berarti sisi luar.
ayat 23 menjelaskan mengenai ukuran jika diukur dari tepi luar.
Sedangkan diameter yang dimaksud adalah sisi dalam, yaitu 10 hasta dari tepi ke tepi luar, dikurangi tebalnya.

Rumus matematika Keliling lingkaran = phi x diameter
30 hasta = phi x (10 hasta - (2xtapak tangan) ) -> karena tebal tentunya dari dua sisi, kanan dan kiri

Perlu diketahui juga kalau 1 hasta bukan 0.5 meter, tapi sekitar 0.45 meter (materi referensi : disini http://books.google.co.id/books?id=GFdY5oKEHloC&pg=PA73&lpg=PA73&dq=1+hasta+in+meter&source=bl&ots=dFVRTGTi3W&sig=cA6SenxrvX6-1asy9368db_q7DQ&hl=id&ei=cT49SoKgMYTW7AOAiYiqDg&sa=X&oi=book_result&ct=result&resnum=7)

maka : 30 x 0.45 meter = phi x ( (10 x 0.45 meter) - (2 x 0.1 meter) )
13.5 = phi x ( 4.5 - 0.2 )
13.5 = phi x 4.3
jadi phi = 13.5 dibagi 4.3
jadi phi = 3.139534dst
pembulatan phi = 3.14
apa salah?

Makanya perlu untuk membaca Kitab Suci sebenarnya tidak hanya per ayat, maknailah juga keseluruhan isinya.

----

Tentang hal yang lain yang disebutkan dibawahnya, aku belum sempat menganalisa, jadi saat ini aku belum bisa memberikan penjelasan mengapa tertulis demikian.
I'll do it later when I got there...

Tuesday, December 22, 2009

Luna Maya dan Infotainment

Sekali-sekali bikin postingan komentarin artis ah.~~~



Yang lagi di Indonesia, pasti tahu tayangan TV di Indonesia akhir-akhir ini topiknya sama. Masalah Skandal Bank Century, Skandal KPK, dan Luna Maya. =D Topik yang dua, males bahasnya, terlalu ribet. Mau bahas yang Luna Maya vs Infotainment aja.

Pertama kali aku dengar perseteruan mereka, sebenarnya agak terlambat juga. Selang sehari, karena pada hari itu aku ga nyalain TV sama sekali. Besoknya, nyalain TV lagi kok dari pagi sampai malam Luna Maya muncul terus. Masalahnya apa sih?

Buat yang belum tahu nih :
Luna Maya pacaran sama Ariel 'Peterpan'. Ariel memang duda satu anak - Alleia Anantha (Alea) - dari pernikahannya dgn Sarah Amalia dulu. Setelah dulu kisah cinta Ariel-Luna tertunda gara-gara Sarah ternyata hamil dan harus dinikahi, sah-sah aja donk kalau sekarang mereka sudah bebas pacaran. Lalu kira-kira minggu lalu itu, ternyata ada premiere film Sang Pemimpi, salah satu pemainnya Ariel. Wajar kalau Luna Maya pergi nonton, dan ternyata gak sendiri, tapi bersama rombongan keluarga Ariel. Ada orang tua Ariel, dan anaknya Ariel, dan lain-lain mungkin manager atau entourage lah. Habis menonton film, masih wajar kalau Luna dikerumunin wartawan-wartawan infotainment untuk diminta komentarnya.

Tingkat kewajaran menjadi gak wajar ketika Luna mengetahui kalau anak Ariel sudah tertidur di gendongan temannya. Wajar karena premiere-nya malam, jadi capek sudah pasti. Lalu Luna menghampiri dan menggendongnya. Masih tetap dikuntit wartawan. Luna pun meminta wartawan-wartawan itu untuk nanti dulu wawancaranya, karena dia mau menuju ke mobil buat menidurkan Alea, dan wawancara bisa dilanjutkan setelah itu di lobby. Video dia ngomong nanti-nanti itu memang ada di http://www.cumicumi.com/video/view/70/6277 .

Masalahnya karena wartawan masih tetap mengerumuni dia, akhirnya ada kejadian pas dia berhenti, kepala Alea yang digendong di depan sama Luna, kepentok kamera salah satu wartawan yang ada di belakangnya. Makin emosi dia, malamnya dia menulis di twitternya :



Jadi masalah lebih lanjut lagi, ketika wartawan itu merasa dihina, dan mengadukan atas dasar 3 pasal berlapis, yaitu Pasal 310 KUHP tentang pencemaran nama baik. Dan Pasal 311 KUHP tentang pencemaran nama baik secara tertulis, serta Pasal 27 ayat 3 tahun 2008 UU ITE. Luna Maya dituntut 5 tahun kurungan penjara dan denda sebesar 1 milliar rupiah.

~ * ~

Okay, for me, it's getting rather ridiculous. Especially when I read this : http://www.cumicumi.com/news/view/70/6267

"Bahkan menurut keterangan seorang pewarta hiburan yang berada di lokasi kejadian Selasa malam (15/12), yang menabrak kamera infotainment adalah Luna sendiri, bukan sang juru kamera.
“Sebenarnya yang nyenggol itu bukan kameraman, tapi yang nyamperin kamera adalah Luna sendiri. Kita juga gak ngerubungin dia kayak lalat kok, kita sebelumnya juga udah nanya baik-baik sama dia untuk minta wawancara.” Ungkap Widi seorang pewarta infotainment, yang diwawancara tim cumicumi via telepon, Rabu (16/12)."

Buta sama rekaman sendiri? Padahal di tayangan yang terus-terusan diputar di TV, jelas keliatan kalau Luna membelakangi kamera, dan memang berhenti. Cameraman yang tidak bisa berhenti mendadak lah yang menabrakkan kamera ke kepala Alea.

And I've seen the same response from one of Infotainment Show, wartawan yang bersangkutan memperagakan bagaimana mereka menabrak Luna, dan hanya berkomentar yang intinya bukan salah mereka, kalau misalnya segitu parahnya kan harusnya Alea bangun dan menangis, tapi kan tidak.

Gilanya...... Mau keras atau tidak, kalau udah nyenggol ya salah, Mas !
As I said in one thread in Kaskus : http://www.kaskus.us/showpost.php?p=143913787&postcount=29

menurutku sih, kedua belah pihak memang ada kesalahan..
luna juga ga pantas kalau mengata2i sampai sejauh itu..

TAPI
aku mendukung luna, aku sendiri juga melihat para wartawan itu agak keterlaluan kadang kalau ngejar-ngejar orang.. para wartawan yang bersangkutan, ga boleh juga seenaknya menuntut, mentang-mentang punya organisasi..

apalagi dalam kasus ini, Luna berhak marah kepada wartawan2 itu.. dia udah marah kan sebelumnya karena dia digosipin menikah di Bali? itu aku bilang juga wartawan keterlaluan, mengada-ada berita.. dengan kenyataan memang dia belum menikah.. wajar kalau dari situ dia jadi malas menghadapi wartawan, dia berhak untuk trauma, karena omongan dia ga didenger, bolak-balik dia bilang ke media kalau sama Ariel belum ada apa-apa, ga digubris eh malah diberitakan yang gak-gak..

sekarang jadi begini lagi, aku bilang jg kesalahan terbesar ada di pihak wartawan.. wartawan memang bisa berdalih kalau itu semua tuntutan pekerjaan, dan artis juga butuh wartawan, tapi ga segitunya kali

sudah jelas Luna waktu itu lagi ngegendong anak kecil, lagi tidur.. wajar dia sebagai seorang perempuan jg, punya naluri keibuan, dia ga mau tu anak nanti kebangun atau terganggu dengan kerumunan orang-orang berdesak-desakan begitu... dan dia sudah omong, kalau tunggu sebentar, maksudnya mau pindahin tu anak dulu ke tempat yang lebih nyaman, baru bisa ngladenin mereka dan lagi-lagi dia tidak didengar ... wartawan2 itu tetep mengerumuni Luna dan anak itu..

ya jelas lah dia jadi emosi, apalagi ada peristiwa tu anak kepentok.. yang tadi aku tonton di infotainment, si wartawan berdalih kalau itu kepentok ga sengaja, dan ga keras.. kalau misalnya keras, pasti tu anak bangun dan nangis, tp nyatanya kan gak..
ni wartawan mikir apa sih ?
kalau orang yang kita sayangi, terganggu dalam bentuk apapun, sekecil apapun, tentu kita juga pasti marah lah..

jadi di kasus ini, meskipun aku menyayangkan perkataan kasar itu (kan bisa sebenarnya pake tegoran yang lebih halus ) , aku tetep dukung Luna deh...

~ * ~

Banyak yang bilang hubungan antara artis dan wartawan infotainment, ga bisa dilepas. Dan seharusnya menjadi hubungan simbiosis mutualisme. Ga bisa dideny juga kalau memang artis mendapat sedikit keuntungan apabila dipublikasikan lewat media infotainment. Tapi segala sesuatu bukannya ada waktu dan tempatnya?

Dewi "Dee" Lestari punya penjabaran yang lebih lengkap disini : http://dee-idea.blogspot.com/2009/12/luna-bukan-kopaja.html

~ * ~

Pertanyaannya,

1. Kalau Aliansi Jurnalis Independent bilang infotainment bukanlah bagian dari jurnalis, (http://news.okezone.com/read/2009/12/19/337/286464/aji-infotainment-bukan-jurnalis), karena tidak mengamalkan kode-kode jurnalistik dalam peliputannya, apa berhak wartawan infotainment meminta perlindungan dan didukung oleh PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) ?

2. Kalaupun memang artis bisa dituntut, kenapa wartawan ga bisa dituntut balik karena menyebarkan gosip-gosip dan berita tidak benar ya?



n.Cy,
enjoying infotainment, but not when it's getting ridiculous

Bikin postingan ini bisa dijerat hukum juga kah? (-___-")

PetSoc2009Dec8th

Monday, October 12, 2009

do people genuinely care?

Sometimes ago, I read an interesting thread @ KasKus.
Credit goes to the Thread Starter biawakserbaguna, I just want to save this here, in case the thread would disappear in the future.


Gue sedang sibuk dengan tumpukan cucian di ember, ketika mendengar ada rame-rame diluar. beberapa ibu-ibu sekilas gue lihat berlarian ke arah gang, syaraf2 otak gue langsung mengirimkan sinyal bahwa sesuatu yang 'nggak biasa' sedang terjadi. mungkin ada tawuran, kebakaran, atau perkelahian?

yang jelas bukan gempa bumi karena gue nggak ngerasain goncangan apapun.
secepat sinyal kiriman otak itu diterima, gue pun melesat keluar ingin tahu hal 'nggak biasa' apa yang sedang terjadi diluar. dan rupanya bukan hanya gue yang keluar ingin tahu, karena gang kecil depan rumah bibi gue mendadak penuh dengan derapan kaki dan wajah bingung campur panik warga kampung yang semuanya menuju ke satu titik, yaitu jembatan kali keruh yang membelah daerah kumuh Serdang, Kemayoran. Udara tiba-tiba dipenuhi dengan tanda tanya dan tanda seru yang keluar dari masing2 kepala warga kampung.
satu orang berteriak sudah cukup menjelaskan apa yang sedang terjadi.
" ada orang nyemplung ke kali!! "

gue langsung ke pusat peristiwa sementara beberapa ibu-ibu langsung panik dan histeris sambil mencari-cari anaknya, apa yang gue saksikan di depan muka gue kemudian sungguh mencekam. biasanya gue hanya melihat peristiwa seperti ini di film2, tapi yang ini nyata, tepat di depan muka gue sendiri.

di kali keruh ( diperkirakan sedalam 8 meter ) itu terlihat 2 orang anak manusia sedang bergelut. yang satunya gue kenal sebagai bapaknya Yayat yang sering maen PS sama gue, sementara yang satunya adalah pria berusia sekitar 30-an namun nggak gue kenal. keduanya timbul tenggelam di sungai, sampai akhirnya hanya bapaknya Yayat yang terlihat menyembul ke atas megap2 sambil menggapai-gapai, beruntung ada beberapa siswa STM yang dengan sigap meraih tangan nya dan segera mengangkatnya dari kematian. wajahnya shock. lalu kemana pria berusia 30-an itu? apa yang sebenarnya terjadi?

Siswa STM yang mengetahui detil peristiwa dari awal, bercerita dengan penuh semangat kalau bapaknya Yayat tadi sebenarnya sengaja terjun ke kali untuk menolong pria tak di kenal yang dikiranya terjatuh dari jembatan. lalu seorang ibu2 yang kebetulan juga menyaksikan peristiwa itu dari awal, menambahkan kalau si pria tak dikenal itu malah memukuli, menggigit dan menendangi bapaknya Yayat seperti menolak untuk di selamatkan. dalam hati gue membenarkan kesaksian si ibu, karena tadi gue juga sempat melihat pergumulan mereka. apa yang dilakukan pria tak dikenal itu jelas bukan sikap panik orang yang tenggelam, karena tangannya mengepal membentuk tinju. dia jelas menolak di selamatkan.

orang2 tidak punya waktu untuk memikirakan apa yang sebenarnya terjadi, fokus mereka kini ke penyelamatan atau pencarian tubuh pria tak dikenal yang sekarang tenggelam tak pernah timbul keatas lagi. dan baru pada detik itulah gue kepikiran untuk merekam adegan 'nggak biasa' ini dengan handycam kakak yang kebeneran lagi dititipin ke gue. dan ketika berlari mau ngambil handycam, gue baru tersadar kalau gue keluar cuman pake kolor dengan motif memalukan.

pinggiran kali dalam sedetik kemudian berubah menjadi kerumunan massa, jalanan langsung macet karena banyak pengendara motor yang menghentikan kendaraannya untuk menonton peristiwa ini. beberapa preman sigap ngelihat peluang ini untuk menjadi 'polisi' mengatur lalu lintas dengan satu tangan di tadahkan kearah sopir, sedikit memaksa untuk selembar ribuan. suasana menjadi ramai, seperti ada pasar tumpah. beberapa pedagang bakso dan gorengan pun menyempurnakan suasana mirip pasar tumpah ini.

suasana drama-tragis, dalam beberapa menit kemudian berubah menjadi suasana dark-komedi karena penganggur2 dengan tampang yang 'cuci muka pun belum', mulai mengeluarkan celetukan2 konyol, mereka rupanya senang dengan keramaian ini. pagi menjadi sedikit bermakna, ada tontonan gratis! biasanya mereka masih terlelap dalam buaian bantal guling karena pengaruh alkohol semalam.

seorang warga bernama Onen dengan kocaknya berteriak,
" woi keluar woi...jangan di dalem terus..nih gue kasih gocap-an " dia berteriak ke arah kali sambil melambai-lambaikan uang 50 ribu-annya. semua penonton tertawa.
seorang anggota TNI lengkap dengan seragam dinasnya, bukannya melakukan penyelamatan malah menimpali lawakan yang dilontarkan bang Onen, dengan mengeluarkan pistolnya dan mengarahkannya ke bang Onen..
" eh, kamu yang kumisan..cepet nyebur! cari mayatnya! "
temen2nya sambil tertawa-tawa langsung mendorong-dorong bang Onen untuk segera nyebur, yang di tanggapinya dengan muka tersipu-sipu dan pura-pura merengek.
" ampun pak ampun..cuman kecil-kecilan pak..bandarnya orang Niger! "
semuanya kembali tertawa riuh.
nggak ada suasana tragis sama sekali. semua warga seolah terhibur dengan peristiwa ini. apalagi ketika mereka tahu, bahwa pria yang tenggelam bukan warga sendiri, bukan pula sanak kerabatnya. tak dikenal. Akhirnya suasana benar2 menjadi riuh-ramai-riang seperti pasar tumpah ditambah pementasan lenong Betawi dengan lakon pria tak dikenal yang putus asa, panggungnya adalah kali kotor penuh sampah dan warga kampung adalah penonton lenongnya yang terkenal suka nyeletuk itu.

beberapa saat kemudian tim penyelamat dari Marinir datang membawa perahu karet. Personel muda dengan peralatan rescue ala kadarnya yang datang, nggak bawa tabung oksigen apalagi peralatan selam. Cuma tambang dan bambu panjang saja. Penonton kembali menyoraki.
“ ini mah bukan pasukan katak yang datang, tapi pasukan bebek..” gerutu pak syarif yang perantau asal Palembang dan punya usaha empek-empek.
Dan bang Onen pun kembali beraksi,
“ woiii..nyemplung woiii nyempluuung!! “
Ramai sekali. Gue sendiri dengan lagak bak wartawan professional mulai beraksi dengan handycam. Rupanya memegang handycam pada peristiwa seperti ini membuat seseorang mudah mendapat keistimewaan, contohnya gue, yang mudah sekali mendapat angle yang bagus karena seseorang dengan sukarela membantu gue menyibak kerumunan massa sambil memerintah massa yang lainnya,
“ minggir..minggir ada yang mau ambil gambar..mau dimasukin tipi!! “ ajaib, kerumunan memberi jalan, dan gue bebas mencari posisi paling wuenak buat ngambil gambar sambil pura-pura sok sibuk memencet-mencet tombol handycam ( biar kelihatan keren hehe ),

Di tengah kali, setelah beberapa lamanya mencari dengan bambu panjang tanpa hasil dan mungkin juga karena udah nggak tahan disoraki penonton salah satu dari personel marinir itu
memutuskan untuk nyemplung ke air. Itupun nyemplung tanggung, karena tangannya masih bergayutan di perahu karet. Usaha ini membuat sorakan penonton semakin kejam meledek mereka.
Namun beberapa menit kemudian, keriuhan mendadak berhenti, ketika personel yang nyemplung itu berteriak ke rekannya..
“ aku dapat tangannya!!”
Bergegas rekannya membungkuk dan mencelupkan tangannya ke dalam air, ketika di angkat..terangkatlah tubuh pria tak dikenal itu dari dalam air..sudah menjadi mayat tentu saja. Keriuhan kembali pecah, kali ini banyak yang menyebut nama Tuhan. Dan sedetik kemudian tepuk tangan lah yang membahana seperti adegan dalam film ketika sang hero dengan gagah berani berhasil menyelamatkan kota dari serbuan monster.

Petugas segera mencari identitas ‘sang lakon’ dari sakunya, namun nihil. Sakunya kosong. Beberapa orang mencoba mengenali wajah sang pria, namun tak ada seorangpun yang mengenalnya. USO. Unidentified Sinking Object. obyek tenggelam tak dikenal.

Seorang petugas yang sepertinya professional meneliti mayat itu dengan seksama, dan setelah beberapa saat, dia berkata pada rekannya. Kata-kata yang biasanya gue temui ketika membaca novel Agatha Christie..
“ lihat telapak kaki orang ini kasar, lecet-lecet dan melepuh…dia pasti kebanyakan berjalan kaki di aspal tanpa alas kaki, sepertinya dia adalah gelandangan…”

Mendengar itu gue pun dengan sok berlagak wartawan kriminal, mengambil gambar telapak kaki mayat itu diiringi tatapan heran bapak2 petugas, mungkin pikirnya..
” ini wartawan dari media manaa kok dekil amat..paling2 dari harian Lampu Merah..”

dan kaki mayat itu memang kasar, lecet-lecet dan melepuh.

Pertunjukan lenong bubar ketika Ambulance datang menjemput mayat pria itu dan membawanya entah kemana, ( tentu saja ke Rumah sakit, bodoh! )
massa mulai meninggalkan TKP sambil membicarakan kejadian barusan, sudah pasti semuanya mengaku yang paling tahu.

“ huh! Bunuh diri aja susah-susah amat bikin macet jalan! Kenapa gak minum racun aja di kamar? Sialan!! “ gerutu seorang pengendara motor.
Ada juga yang melawak,
“ usia kamu 35 tahun kan?, belum menikah, kerjaan nggak jelas, hidup nggak teratur..udah nyemplung kali aja! “
Hahahaha riuh tertawa warga meledak. kali ini entah kenapa, gue ikut ketawa mendengar lawakan itu, teringat iklan-iklan paranormal di televisi hihihihi

Satu jam kemudian, kehidupan kembali ‘normal’. Lalu lintas kembali hidup. Warga kembali beraktifitas memburu rupiah. Penganggur2 kecewa karena tontonan gratisnya sudah selesai, dan preman2 terlihat kurang puas dengan hasil yang didapatnya dari menjadi ‘polisi’ dadakan.
Hanya beberapa anak-anak yang masih menatapi titik di mana peristiwa tadi terjadi. Selebihnya, semuanya kembali ‘normal’ seperti tidak pernah terjadi apa-apa.

Siapa pria tak dikenal itu dan apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa dia menolak ditolong? Adakah dia seorang pria yang lelah berjalan ribuan kilometer di aspal dan yang di dapatnya hanya ketiadaan harapan? lalu memutuskan untuk mengakhiri keputus-asa-annya dengan menenggelamkan diri? Apakah kehidupan dan dunia sudah demikian mengerikannya sehingga dia kalap?
Kenapa dia memilih mati dengan menceburkan diri ke kali di tengah2 keramaian warga? Apa itu usaha terakhirnya untuk mendapatkan perhatian? Ataukah itu sebuah aksi demontrasi protes terhadap susahnya kehidupan dengan cara yang radikal-emo-personal ?

Sejujurnya, tak ada seorang pun yang perduli.



Setelah membaca, aku jadi miris dua kali rasanya.
Sudah cukup tragis bagi orang yang akhirnya putus asa akan dunia ini, namun lebih tragis lagi ternyata masyarakat sekarang kurang lebih bersikap seperti itu.
Semakin kejam yah dunia ini.

Monday, October 15, 2007

What it feels like ....

From today's MX newspaper, I found something that interest me.

Oxygen a breath so vital


Want to know what it's like to die? This week's New Scientist discusses the possibilities, from being burned alive to drowning and decapitation.

Whatever the mode, it's usually a lack of oxygen to the brain that is the cause, the report says, using evidence from scientific advances and accounts from survivors.

Drowning : Survivors have said there is a "tearing and burning" sensation as water enters the lungs, followed by a feeling of calm. Oxygen deprivation results in loss of consciousness, the heart stopping and brain death.

Bleeding to death : Marked by several stages of "haemorrhagic shock". Anyone losing 1.5 litres felt weak, thirsty and anxious. Losing two litres led to dizziness, confusion and eventual unconsciousness.

Fire : Burns inflict intense pain and only boost pain sensitivity as superficial nerves are destroyed.

Decapitation : Painless but consciousness can continue briefly. Experts calculate the brain may function for seven seconds.

Electrocution : A household shock might stop the heart, leading to unconsciousness in about 10 seconds. Higher currents through the heart or brain can mean almost immediate unconsciousness, but it has been claimed electrocuted prisoners diedfrom heating of the brain or suffocation.

Fall : Survivors reported the sensation of time slowing down.

Heart attack : A "squeezing" chest pain or pressure is the common symptom. onsciousness is lost in about 10 seconds, with death minutes later.


Now I know what Marie Antoinette felt when she was decapitated. I used to think that decapitation is really cruel, but apparently it's painless. Interesting. So it's not really cruel then. I begin to think that it's actually really good. Painless death.
Well unless the tool is blunt, and it's not done in one swing. Could end up like Nearly Headless Nick. Ouch .. must be really painful.

I always say, I don't want to die from drowning and fire. The corpse always looks terrible. =p. Oooh and of course from fall. I don't want my organs to be splattered on the ground. Must be difficult to collect the remains. And there's a possibility I might lost a small part of my body, right ? =p

The others are painful too....

So decapitation is the best way to die, isn't it ? Interesting ....

Saturday, September 1, 2007

kisah 2 ekor anjing

nemu dari forum , cerita ini mengharukan banget ..
miris banget rasanya ....


* klik untuk liat gede ...
i'm sorry i have to make thumbnails of these pictures, cause my blog's layout will crop the picture,

so click to see the original size ...

it's worth to look the dog's expression .. :'(


~~~~~~~


1. One dog was in the middle of the road protecting another dog which was knocked down by a vehicle. The dog kept using his paws to call his fallen companion but to no avail.





2. Then it kept pulling the dead dog to the side of the road but he was too weak. When people came to help them, the dog kept barking them to chase human away from his dead friend.





3.Even the traffic was busy, he refused to leave his fallen companion behind and stayed all the way with him.





4.Many people saw the scene and was very touched that even a dog can show loyality to his friend.